"
This awesome blogger theme comes under a Creative Commons license. They are free of charge to use as a theme for your blog and you can make changes to the templates to suit your needs.
RSS
Tampilkan postingan dengan label Life Lesson. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Life Lesson. Tampilkan semua postingan

GOD has plan



As a recent graduate, my recently job is being a job seeker. And everyday i'm applying a job and waiting for the call for a test. Day to day, galauness's 
increasing because there's no call. And randomly, i found out this story...


Things Change 

Alex W. Miller  


For most people, graduation is an exciting day - the culmination of years of hard work. My graduation day... was not.

I remember that weekend two years ago. Family and friends had flown in from across the country to watch our class walk across that stage. But like everyone else in my graduating class, I had watched the economy turn from bad to worse my senior year. We graduates had degrees, but very limited prospects. Numerous applications had not panned out and I knew that the next day, when my lease ended, I would no longer have a place to call home.

The weeks ahead weren't easy. I gathered up everything I couldn't carry and put it into storage. Then, because I knew my small university town couldn't offer me any opportunities, I packed up my car and drove to Southern California to find work. But what I thought would take a week dragged into two, and then four, and 100 job applications later, I found myself in the exact same spot as I was before. And the due date to begin paying back my student loans was creeping ever closer.

You know that feeling when you wake up and you are just consumed with dread? Dread about something you can't control - that sense of impending failure that lingers over you as you hope that everything that happened to you thus far was just a bad dream? That feeling became a constant in my life.

Days felt like weeks, weeks like months, and those many months felt like an unending eternity of destitution. And the most frustrating part was no matter how much I tried, I just couldn't seem to make any progress.

So what did I do to maintain my sanity? I wrote. Something about putting words on a page made everything seem a little clearer - a little brighter. Something about writing gave me hope. And if you want something badly enough... sometimes a little hope is all you need!

I channeled my frustration into a children's book. Beyond the River was the story of an unlikely hero featuring a little fish who simply refused to give up on his dream.

And then one day, without any sort of writing degree or contacts in the writing world - just a lot of hard work and perseverance - I was offered a publishing contract for my first book! After that, things slowly began to fall into place. I was offered a second book deal. Then, a few months later, I got an interview with The Walt Disney Company and was hired shortly after.

The moral of this story is... don't give up. Even if things look bleak now, don't give up. Two years ago I was huddled in my car drinking cold soup right out of the can. Things change.

If you work hard, give it time, and don't give up, things will always get better. Oftentimes our dreams lie in wait just a little further upstream... all we need is the courage to push beyond the river.

And I remembered what's mama said "Kamu udah punya tempat Mba, jangan
 takut. Cuma kamu belum tau aja tempat kamau dimana, Jadi disinilah usaha dan doa dibutuhin" . 
And for sure i believe that when we pray, God hears than what we say, 
He answers than what we ask, He gives more than we imagine, 
but in His own time and way, Keep Faith!!!


1 komentar

Enjoy The Little Things



A few days ago, i see the display picture of a friend of  mine

 “Enjoy the little things” is just simple word but succed to make me think and realized how much small things that i don’t recognize can actually enjoyable. 
Pasti pernah kan disela – sela kesibukan kita, pikiran udah meracau ga tentu arah, mood naik turun, fisik capek banget jadi kita lupa menikmati hal – hal kecil yang padahal bisa bikin kondisi kita fresh lagi, such a charger for low battery . Dan sayangnya kita terkadang atau sering kali melewati hali – hal kecil yang menyenangkan ini dengan tanpa sadar entah karena termakan oleh kesibukan kita atau kita tidak mengganggap hal itu adalah “istemewa”.
I want to write those “little”  things down which’s happened to me  these couple weeks :
1.      Masakan mama , yang ini selalu nikmat setiap harinya dan i’ve read the word s “ surga kecil berada di setiap masakan ibu dan tiap tetes kerja keras seorang ayah” . That’s really true hey sweetreaders
2.      Ngeliat ayah ada di rumah nungguin aku pulang dengan senyumnya yang teduh,  karena sejak  beberapa tahun yang lalu ayah selalu ditugaskan oleh kantornya ke beberapa kota dan sekarang kebetulan ditempatkan di Medan, jadi hal ini lumayan jarang terjadi  dan kebetulan juga seminggu yang lalu ayah lagi cuti J
3.       Naik motor bertigaan sama mba Tami dan Agung, dulu pas dia masih SMA kita sering naik motor bertigaan pagi – pagi tapi sekarang di udah kuliah di Malang jadi hal kecil kayak gini memang jadi ngangenin, dan pas banget kemaren dia ultah terus pulang, jadi kita bisa naik motor bertigaan lagi
4.      Beberapa potong tempe hangat ditambah sambal pun bisa jadi sangaaaaaaat nikmaaaat
5.      Membaca novel – novel baru
6.      Mendapat senyuman dan sapaan dari orang – orang sekitar
7.      Menjadi “ibu” 3 hari  sama mba tami buat nasywa – my little cousin- yang lagi nginep di rumah, mandiin, nyuapin, nonton disney on ice bareng nasywa, nyisirin dan nguncir rambutnya, bikinin susu, makein pampers, dan hal kecil lainnya. And it feels like playing a doll and having a child in the same time hahahaha
8.      Get a spirit from the special one
9.      Mendengar cerita seorang teman yang sedang mengandung tentang kehamilannya dan melihat hasil foto USG nya, wonderfull!!
10.  Got some good news from my best friends that they’ve got their dream job at great office
11.  Writing this post
12.  Sharing with my best friends
13.  Putting back glow in the dark at my room
14.  Mendapat dosen pembimbing yang sangaaaaat baiiiik
15.  Membuka album foto – foto lama dan buku tahunan SMA
16.  Dimasukan menjadi salah satu nominasi blog menarik oleh indah
17.  Pulang kampus sore – sore naik bajaj, actually i miss that moment
18.  Beli softlens berwarna
19.  Nonton Full house –one of my favorite dorama-
20.  Ikut nyariin nama buat calon adek bayi di kandungan Tante Nur ,it’s very interesting :D
See, so many “little” things that can very enjoyable and make my mood goes better. And from now on, i’ll try to more recognizing then enjoying every litlle things in my life. So, how about you sweetreaders? Write it down and u’ll be surprising about that , enjoy! J

0 komentar

Life is Full of Surprise



Kalimat seperti”coba aja si X bisa jadi pacar aku, ganteng, pinter, humoris pasti aku bakal bahagia banget” atau “ coba aja aku bisa kayak si A, cantik , kaya, populer,banyak temennya pasti hari – hariku lebih menyenangkan”atau “ Seandainya aku keterima di perguruan tinggi XYZ pasti aku bisa sukses banget nantinya”, pasti pernah kita alamin kan walaupun ga persis sama.
      Life is full expectation like those situation, and it’s really common thing, right? Boong banget kita ga mengekspektasikan sesuatu yang “lebih” di hidup kita, karena memang sifat dasar manusia adalah ga pernah puas, pengen lebih lebih dan lebih.
      Ga usah jauh – jauh, gue sendiri juga gitu kok. Sering banget berekspektasi sama banyak hal. Contohnya, waktu itu gue mendaftar di salah satu perguruan tinggi negeri di Bandung, ekspektasi gue cukup tinggi buat masuk kesana tapi gue akuin usaha gue tergolong “kurang”.seenggaknya gue mengandalkan sedikit banyak faktor keberuntungan juga. Ternyata Allah berkehendak lain , gue memang ga masuk sana tapi akhirnya masuk ke Indonesia banking School -perguruan tinggi swasta di Jakarta. Tempat kuliah gue memang satu – satunya perguruan tinggi swasta yang pengen gue masukin kalo sampe gue ga dapet negeri, tapi ngeliat temen – temen SMA yang banyak dapet PTN itu rasanya ga bisa digambarin hehehe. Tapiii, setelah beberapa waktu ngejalanin kuliah disana, banyaaaaak banget hikmah yang dateng, kalimat God always give u something with the best reasons itu bener banget loh. Salah satunya adalah waktu itu ada saat kondisi badan gue dan tami memang lagi ga bagus banget dan mengharuskan kita bolak balik ke rumah sakit. Bayangin aja kalo gue kuliah jauh dari rumah pasti urusannya jadi lebih repot, but ALLAH had create plan for us, kita memang jadi ga jauh – jauh dari mama dan rumah sehingga semua urusan jadi lebih mudah. Kuliah di IBS ini juga membuat gue bisa ngerasain magang di luar kota bahkan di Bank Indonesia, dan juga secara ga langsung mengeksplor kemampuan gue juga karena gue bertemu banyak orang – orang hebat baik dosen maupun temen – temen yang membuatdan mendorong gue ingin menjadi “sesuatu”juga, Jadi asisten dosen, dipercaya ikut lomba, dan ketemu sahabat – sahabat yang menyenangkan karena memang pada dasarnya gue susah deket sama orang, tapi di IBS gue menemukan mereka – najlaa, irma, ica, odit, ana, lia - . My tears only fall down when i laugh with them J
      Ada lagi pengalaman dari seorang teman dekat, dulu dia sediiiiih banget ga keterima di PTN yang dia inginkan, saking sedihnya dia ga mau keluar kamar sampai beberapa hari. Sampai akhirnya dia mencoba ikut tes di salah satu politeknik negeri yang cukup bergengsi dan keterima, Itu pun awal setelah dia keterima, dia ga pengen masuk situ dan tetep keukeh buat nunggu setahun lagi mencoba peruntungannya di PTN impiannya. Sampai detik – detik terakhir pendaftaran ulang pun dia masih bersikeras buat nganggur setahun, tapi akhirnya dia mau mencoba ke politeknik tersebut berkat mendapat masukan dari banyak orang. Akhirnya setelah dijalani, dia menikmatinya. Lulus tepat waktu dengan nilai yang memuaskan. Tidak lama setelah lulus dia mendapat kerja dan beberapa kali pindah ke tempat kerja yang lebih baik dan sampai akhirnya sekarang dia sudah berada di salah satu perusahaan yang bonafit. Coba dulu dia melewatkan kesempatannya buat masuk politeknik itu, menunggu setahun tanpa ada jaminan nasibnya akan jadi lebih baik, mungkin bisa jadi dia belum berada di tempatnya saat ini.
      Atau kisah dari seorang kerabat yang menjalin hubungan cukup lama dengan pasangannya. Dia kira dan saya pun begitu, pasangannya tersebut sudah merepresentasikan kriteria pasangan yang baik dan berkualitas. Tapi nyatanya mereka putus karena ternyata si dia tidak sesempurna dan sebaik yang dibayangkan. Tapi, sekarang dia sudah menemukan pasangannya yang baru yang ternyata jauuuuuuuuuh lebih baik dibanding sebelumnya. And in the deepest of my heart, i pray the best for them and really wish they will be a marriage couple someday.
      Life is full of surprise, just enjoy every mistery in it. Something that might we think will be good for us doesn’t always right. Having expectation is a common thing , but we have to try contol it wisely. Just believe in God that He is the most briliant architect when He designed our life. And for sure, what belongs to you will come you J
0 komentar

Injection Of Positive Energy

Berapa banyak waktu yang kita habiskan untuk memikirkan hal – hal yang sebenarnya bukan sebuah masalah? Berapa banyak kata yang kita buang hanya untuk mengeluhkan sesuatu yang sebenarnya bisa kita perbaiki dan kita cukup sadar bahwa mengeluh tidak menyelesaikannya? Berapa banyak berkah yang kita dapatkan tapi kita lewatkan untuk disyukuri? Dan berapa banyak air mata yang kita keluarkan untuk menangisi  keadaan seolah – olah kitalah yang paling sengsara?
Saya juga bukanlah orang yang sempurna,cenderung jauh dari kata “sempurna”, I still have to learn about and take the "meaning" of each existing incident. Ada banyak hal yang bernilai terjadi di sekitar Saya, and i’m blessed to be a part of them. Salah satunya mengenai seseorang yang sangat kuat di mata saya, kuat karena Saya tahu seberapa berat ujian yang dihadapinya, kuat karena Saya tahu dia tetap mampu untuk tersenyum tulus disela one liter of her tears . Bukan, masalahnya bukan masalah percintaan ala anak muda jaman sekarang karena memang dia tidak muda lagi, bukan juga tentang masalah wajah dan rambut yang semakin menua ala iklan produk kecantikan ibu–ibu di tv. Ujiannya jauh lebih hebat dari itu dan membuatnya semakin terlihat sempurna menjadi seorang perempuan.
She can still do her role very well, the role as a wife, as mother, as a daughter, as a sister, and as an aunty –and best friend indeed-. Seorang istri yang sangat sangat sangat telaten merawat dan melayani suaminya, seorang Ibu yang mengurus anak – anaknya bahkan tetap rajin mengecek tugas sekolah mereka di tengah – tengah kelelahannya, seorang anak yang tidak lupa untuk menjenguk Ibunya , saudara perempuan yang memberikan keceriaan dan ketenangan kepada saudara – saudaranya, dan seorang tante yang bisa menempatkan diri menjadi tempat cerita keponakan – keponakannya, she really has a lot of big loves.
I dont wanna to talk about what’s the problem, but i’d like to share how she faces it. Rasanya malu aja kalo dikit – dikit ngeluh, terus pas sadar apa yang dikeluhkan itu ga ada apa – apanya dibandingkan dengan ujiannya, dia bahkan ga mengeluh sedikitpun. Malu aja rasanya kalo lagi nangis terus ternyata yang ditangisin bukan hal yang worth enough untuk ditangisin, dia saja jarang terlihat menangis untuk hal yang menurut Saya sangatlah berat.  Malu rasanya kalo inget sering mikirin hal – hal yang ga penting dan menghabiskan banyak waktu , sedangkan dia memanfaatkan waktu yang berharga untuk mengerjakan banyak hal sampai rasanya Saya yang hanya melihatnya saja lelah sekali. Malu rasanya kalau inget suka masih egois terhadap orang lain seolah – olah kita paling penting, waktu lihat dia masih sangat bisa memberikan perhatian yang besar kepada orang lain disaat dia sendiri pun memikirkan banyak sekali hal yang rumit dan dia tidak sedikitpun terlihat egois atau minta dikasihani dengan keadaannya.
Pada intinya, setiap manusia memang akan selalu dihadapi oleh ujian dan rintangan di sepanjang hidupnya, tapi itu bukan berarti kita harus meratapinya seolah – olah kita adalah orang paling malang. Sedih, ngeluh, marah dan ekspresi emosional lainnya sangat dibolehkan karena kita manusia memang diciptakan dengan anugerah emosi untuk mengekspresikan diri, tapi tetep semuanya harus dikontrol supaya tidak berlebihan dan merugikan diri sendiri. The problem exists to making us stronger . Let’s face it with whole-hearted because GOD will never give us something that we can’t handle. Jadi mulai sekarang, kalau mau ngeluh, mau sedih, mau egois atau apapun itu, Saya mencoba untuk melihat dan mengingat bahwa masih banyak orang yang keadaannya jauh lebih berat tapi banyak diantara mereka yang bisa melewatinya dengan senyum, ikhlas dan tetap bersyukur. Dan setelah itu pasti saya akan melihat bahwa Saya tidak ada apa – apanya dan energi positif pun pasti akan datang dengan sendirinya - Injection of positive energy J

*This post is dedicated to my beloved aunty, Tante Metri 

0 komentar