As a recent graduate, my recently job is being a job seeker. And everyday i'm applying a job and waiting for the call for a test. Day to day, galauness's
increasing because there's no call. And randomly, i found out this story...
And I remembered what's mama said "Kamu udah punya tempat Mba, jangan
takut. Cuma kamu belum tau aja tempat kamau dimana, Jadi disinilah usaha dan doa dibutuhin" .
And for sure i believe that when we pray, God hears than what we say,
He answers than what we ask, He gives more than we imagine,
but in His own time and way, Keep Faith!!!
| |||||||||||||||
Tampilkan postingan dengan label Life Lesson. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Life Lesson. Tampilkan semua postingan
GOD has plan
Label: Life LessonEnjoy The Little Things
Label: Around Me, it's me, Life Lesson
A few days ago, i see the display picture of a friend of mine
“Enjoy the little things” is just simple word but
succed to make me think and realized how much small things that i don’t
recognize can actually enjoyable.
Pasti
pernah kan disela – sela kesibukan kita, pikiran udah meracau ga tentu arah,
mood naik turun, fisik capek banget jadi kita lupa menikmati hal – hal kecil
yang padahal bisa bikin kondisi kita fresh lagi, such a charger for low battery
. Dan sayangnya kita terkadang atau sering kali melewati hali – hal kecil yang
menyenangkan ini dengan tanpa sadar entah karena termakan oleh kesibukan kita
atau kita tidak mengganggap hal itu adalah “istemewa”.
I want to write those “little” things down which’s happened to me these couple weeks :
1.
Masakan mama ,
yang ini selalu nikmat setiap harinya dan i’ve read the word s “ surga kecil
berada di setiap masakan ibu dan tiap tetes kerja keras seorang ayah” . That’s
really true hey sweetreaders
2.
Ngeliat ayah ada
di rumah nungguin aku pulang dengan senyumnya yang teduh, karena sejak
beberapa tahun yang lalu ayah selalu ditugaskan oleh kantornya ke
beberapa kota dan sekarang kebetulan ditempatkan di Medan, jadi hal ini lumayan
jarang terjadi dan kebetulan juga
seminggu yang lalu ayah lagi cuti J
3.
Naik motor bertigaan sama mba Tami dan Agung,
dulu pas dia masih SMA kita sering naik motor bertigaan pagi – pagi tapi
sekarang di udah kuliah di Malang jadi hal kecil kayak gini memang jadi
ngangenin, dan pas banget kemaren dia ultah terus pulang, jadi kita bisa naik
motor bertigaan lagi
4.
Beberapa potong
tempe hangat ditambah sambal pun bisa jadi sangaaaaaaat nikmaaaat
5.
Membaca novel –
novel baru
6.
Mendapat senyuman
dan sapaan dari orang – orang sekitar
7.
Menjadi “ibu” 3
hari sama mba tami buat nasywa – my
little cousin- yang lagi nginep di rumah, mandiin, nyuapin, nonton disney on
ice bareng nasywa, nyisirin dan nguncir rambutnya, bikinin susu, makein
pampers, dan hal kecil lainnya. And it feels like playing a doll and having a
child in the same time hahahaha
8.
Get a spirit from
the special one
9.
Mendengar cerita
seorang teman yang sedang mengandung tentang kehamilannya dan melihat hasil
foto USG nya, wonderfull!!
10. Got some good news from my best friends that
they’ve got their dream job at great office
11. Writing this post
12. Sharing with my best friends
13. Putting back glow in the dark at my room
14. Mendapat dosen pembimbing yang sangaaaaat baiiiik
15. Membuka album foto – foto lama dan buku tahunan
SMA
16. Dimasukan menjadi salah satu nominasi blog
menarik oleh indah
17. Pulang kampus sore – sore naik bajaj, actually i
miss that moment
18. Beli softlens berwarna
19. Nonton Full house –one of my favorite dorama-
20. Ikut nyariin nama buat calon adek bayi di
kandungan Tante Nur ,it’s very interesting :D
See, so many “little” things
that can very enjoyable and make my mood goes better. And from now on, i’ll try
to more recognizing then enjoying every litlle things in my life. So, how about
you sweetreaders? Write it down and u’ll be surprising about that , enjoy! J
Life is Full of Surprise
Label: Life LessonKalimat seperti”coba aja si X bisa jadi pacar aku, ganteng, pinter, humoris pasti aku bakal bahagia banget” atau “ coba aja aku bisa kayak si A, cantik , kaya, populer,banyak temennya pasti hari – hariku lebih menyenangkan”atau “ Seandainya aku keterima di perguruan tinggi XYZ pasti aku bisa sukses banget nantinya”, pasti pernah kita alamin kan walaupun ga persis sama.
Life
is full expectation like those situation, and it’s really common thing, right?
Boong banget kita ga mengekspektasikan sesuatu yang “lebih” di hidup kita,
karena memang sifat dasar manusia adalah ga pernah puas, pengen lebih lebih dan
lebih.
Ga
usah jauh – jauh, gue sendiri juga gitu kok. Sering banget berekspektasi sama
banyak hal. Contohnya, waktu itu gue mendaftar di salah satu perguruan tinggi
negeri di Bandung, ekspektasi gue cukup tinggi buat masuk kesana tapi gue akuin
usaha gue tergolong “kurang”.seenggaknya gue mengandalkan sedikit banyak faktor
keberuntungan juga. Ternyata Allah berkehendak lain , gue memang ga masuk sana
tapi akhirnya masuk ke Indonesia banking
School -perguruan tinggi swasta di Jakarta. Tempat kuliah gue memang satu –
satunya perguruan tinggi swasta yang pengen gue masukin kalo sampe gue ga dapet
negeri, tapi ngeliat temen – temen SMA yang banyak dapet PTN itu rasanya ga
bisa digambarin hehehe. Tapiii, setelah beberapa waktu ngejalanin kuliah
disana, banyaaaaak banget hikmah yang dateng, kalimat God always give u something with the best reasons itu bener banget
loh. Salah satunya adalah waktu itu ada saat kondisi badan gue dan tami memang
lagi ga bagus banget dan mengharuskan kita bolak balik ke rumah sakit. Bayangin
aja kalo gue kuliah jauh dari rumah pasti urusannya jadi lebih repot, but ALLAH had create plan for us, kita
memang jadi ga jauh – jauh dari mama dan rumah sehingga semua urusan jadi lebih
mudah. Kuliah di IBS ini juga membuat gue bisa ngerasain magang di luar kota
bahkan di Bank Indonesia, dan juga secara ga langsung mengeksplor kemampuan gue
juga karena gue bertemu banyak orang – orang hebat baik dosen maupun temen –
temen yang membuatdan mendorong gue ingin menjadi “sesuatu”juga, Jadi asisten
dosen, dipercaya ikut lomba, dan ketemu sahabat – sahabat yang menyenangkan
karena memang pada dasarnya gue susah deket sama orang, tapi di IBS gue
menemukan mereka – najlaa, irma, ica, odit, ana, lia - . My tears only fall down when i laugh with them J
Ada
lagi pengalaman dari seorang teman dekat, dulu dia sediiiiih banget ga keterima
di PTN yang dia inginkan, saking sedihnya dia ga mau keluar kamar sampai
beberapa hari. Sampai akhirnya dia mencoba ikut tes di salah satu politeknik
negeri yang cukup bergengsi dan keterima, Itu pun awal setelah dia keterima,
dia ga pengen masuk situ dan tetep keukeh buat nunggu setahun lagi mencoba
peruntungannya di PTN impiannya. Sampai detik – detik terakhir pendaftaran
ulang pun dia masih bersikeras buat nganggur setahun, tapi akhirnya dia mau
mencoba ke politeknik tersebut berkat mendapat masukan dari banyak orang.
Akhirnya setelah dijalani, dia menikmatinya. Lulus tepat waktu dengan nilai
yang memuaskan. Tidak lama setelah lulus dia mendapat kerja dan beberapa kali
pindah ke tempat kerja yang lebih baik dan sampai akhirnya sekarang dia sudah
berada di salah satu perusahaan yang bonafit. Coba dulu dia melewatkan
kesempatannya buat masuk politeknik itu, menunggu setahun tanpa ada jaminan
nasibnya akan jadi lebih baik, mungkin bisa jadi dia belum berada di tempatnya
saat ini.
Atau
kisah dari seorang kerabat yang menjalin hubungan cukup lama dengan pasangannya.
Dia kira dan saya pun begitu, pasangannya tersebut sudah merepresentasikan
kriteria pasangan yang baik dan berkualitas. Tapi nyatanya mereka putus karena
ternyata si dia tidak sesempurna dan sebaik yang dibayangkan. Tapi, sekarang
dia sudah menemukan pasangannya yang baru yang ternyata jauuuuuuuuuh lebih baik
dibanding sebelumnya. And in the deepest
of my heart, i pray the best for them and really wish they will be a marriage
couple someday.
Life is full of surprise, just enjoy every
mistery in it. Something that might we think will be good for us doesn’t always
right. Having expectation is a common thing , but we have to try contol it
wisely. Just believe in God that He is the most briliant architect when He
designed our life. And for sure, what belongs to you will come you J
0
komentar
Diposting oleh
Utari Puji Rahayu
di
21.06
Injection Of Positive Energy
Label: Life LessonBerapa banyak waktu yang kita habiskan untuk memikirkan hal – hal yang sebenarnya bukan sebuah masalah? Berapa banyak kata yang kita buang hanya untuk mengeluhkan sesuatu yang sebenarnya bisa kita perbaiki dan kita cukup sadar bahwa mengeluh tidak menyelesaikannya? Berapa banyak berkah yang kita dapatkan tapi kita lewatkan untuk disyukuri? Dan berapa banyak air mata yang kita keluarkan untuk menangisi keadaan seolah – olah kitalah yang paling sengsara?
Saya juga bukanlah orang yang sempurna,cenderung jauh dari kata “sempurna”, I still have to learn about and take the "meaning" of each existing incident. Ada banyak hal yang bernilai terjadi di sekitar Saya, and i’m blessed to be a part of them. Salah satunya mengenai seseorang yang sangat kuat di mata saya, kuat karena Saya tahu seberapa berat ujian yang dihadapinya, kuat karena Saya tahu dia tetap mampu untuk tersenyum tulus disela one liter of her tears . Bukan, masalahnya bukan masalah percintaan ala anak muda jaman sekarang karena memang dia tidak muda lagi, bukan juga tentang masalah wajah dan rambut yang semakin menua ala iklan produk kecantikan ibu–ibu di tv. Ujiannya jauh lebih hebat dari itu dan membuatnya semakin terlihat sempurna menjadi seorang perempuan.
She can still do her role very well, the role as a wife, as mother, as a daughter, as a sister, and as an aunty –and best friend indeed-. Seorang istri yang sangat sangat sangat telaten merawat dan melayani suaminya, seorang Ibu yang mengurus anak – anaknya bahkan tetap rajin mengecek tugas sekolah mereka di tengah – tengah kelelahannya, seorang anak yang tidak lupa untuk menjenguk Ibunya , saudara perempuan yang memberikan keceriaan dan ketenangan kepada saudara – saudaranya, dan seorang tante yang bisa menempatkan diri menjadi tempat cerita keponakan – keponakannya, she really has a lot of big loves.
I dont wanna to talk about what’s the problem, but i’d like to share how she faces it. Rasanya malu aja kalo dikit – dikit ngeluh, terus pas sadar apa yang dikeluhkan itu ga ada apa – apanya dibandingkan dengan ujiannya, dia bahkan ga mengeluh sedikitpun. Malu aja rasanya kalo lagi nangis terus ternyata yang ditangisin bukan hal yang worth enough untuk ditangisin, dia saja jarang terlihat menangis untuk hal yang menurut Saya sangatlah berat. Malu rasanya kalo inget sering mikirin hal – hal yang ga penting dan menghabiskan banyak waktu , sedangkan dia memanfaatkan waktu yang berharga untuk mengerjakan banyak hal sampai rasanya Saya yang hanya melihatnya saja lelah sekali. Malu rasanya kalau inget suka masih egois terhadap orang lain seolah – olah kita paling penting, waktu lihat dia masih sangat bisa memberikan perhatian yang besar kepada orang lain disaat dia sendiri pun memikirkan banyak sekali hal yang rumit dan dia tidak sedikitpun terlihat egois atau minta dikasihani dengan keadaannya.
Pada intinya, setiap manusia memang akan selalu dihadapi oleh ujian dan rintangan di sepanjang hidupnya, tapi itu bukan berarti kita harus meratapinya seolah – olah kita adalah orang paling malang. Sedih, ngeluh, marah dan ekspresi emosional lainnya sangat dibolehkan karena kita manusia memang diciptakan dengan anugerah emosi untuk mengekspresikan diri, tapi tetep semuanya harus dikontrol supaya tidak berlebihan dan merugikan diri sendiri. The problem exists to making us stronger . Let’s face it with whole-hearted because GOD will never give us something that we can’t handle. Jadi mulai sekarang, kalau mau ngeluh, mau sedih, mau egois atau apapun itu, Saya mencoba untuk melihat dan mengingat bahwa masih banyak orang yang keadaannya jauh lebih berat tapi banyak diantara mereka yang bisa melewatinya dengan senyum, ikhlas dan tetap bersyukur. Dan setelah itu pasti saya akan melihat bahwa Saya tidak ada apa – apanya dan energi positif pun pasti akan datang dengan sendirinya - Injection of positive energy J
*This post is dedicated to my beloved aunty, Tante Metri
Langganan:
Postingan (Atom)


